Judul Buku : 101 Dosa Penulis Pemula
Penulis : Isa Alamsyah
Penerbit : Asma Nadia Publishing House
Cetakan : 1, 2014
Harga : Rp 58.000,00
Isa Alamsyah merupakan seorang penulis multitalenta. Karyanya berupa buku motivasi, pendidikan, parenting dan kesehatan. Salah satu karya terbesarnya ditahun 2014 adalah buku panduan untuk penulis pemula dengan judul "101 Dosa Penulis Pemula".
Didalam buku ini Isa menyampaikan berbagai kesalahan penulis pemula, bukan hanya dengan argumennya semata. Tetapi juga mengamati kesalahan-kesalahan tersebut dengan mengamati berdasarkan ribuan tulisan nyata dari para penulis pemula yang diposting dalam grup binaanya di sosial media Facebook, yaitu "Komunitas Bisa Menulis". Isa juga menyampaikan kesalahan beserta masing-masing solusi penyelesaiannya dengan mengambil intisari dari workshop menulis Asma Nadia yang sudah terlaksana diberbagai tempat belakangan ini.
Menurutnya, tidak ada penulis yang sempurna. Termasuk dirinya. Setiap penulis pasti pernah melakukan dosa atau kesalahan dalam proses kreatifnya. Hanya saja, dengan adanya editor, kekhilafan yang dilakukan sudah diinsyafkan. Editor merupakan unsur eksternal dalam proses kreatif. Bagaimana dengan unsur internalnya? unsur internal adalah diri kita sendiri, otak kita sendiri. Menurut saya dengan berpedoman pada buku ini otak saya dapat mengontrol sejauh mana kesalahan yang sedang saya lakukan dalam proses menulis.
Dari semua kekhilafan yang ia jumpai dalam dunia kepenulisan. Terkumpullah daftar 101 dosa (kesalahan) yang sering dilakukan penulis pemula pada umumnya. Di buku ini dijelaskan mengenai pengulangan kata yang sama, kalimat tidak efektif atau selektif, keslahan dalam ide, judul, opening, konflik, pemilihan ending, detail, kesalahan dalm narasi atau deskripsi, keslahan pemilihan karakter, diksi dan kosa kata, setting, POV, plot dan alur, pesan dan mental dan sikap penulis.
Hal yang menarik dari buku ini yaitu pembahasan yang tidak menggurui dan juga bahasa-bahasa atau kata-kata yang Isa pilih sangatlah ringan, mudah dipahami oleh pembaca kalangan manapun. Karena ia menjelaskan secara detail kata-kata yang belum dimengerti. Salah satu contohnya, tentang opening onomatope (hlm. 81), tentu saja pembaca yang belum paham akan merasa bingung. Tetapi dengan adanya buku ini pembaca disuguhkan banyak ilmu. Banyak pula contoh dari karya para sastrawan berbagai penjuru Indonesia bahkan dunia yang Isa sajikan dalam setiap bahasan, sehingga pembaca dituntut untuk membuka wawasannya secara lebar terhadap karya-karya sastra yang ada, baik dari segi ide, alur, konflik, judul dan lain sebagainya. Tetapi sayangnya, Isa terkesan pilih kasih dalam hal tersebut. Pasalnya, ia seringkali memberi contoh karya dengan nama penulis yang sama dalam bebagai pembhasannya.
Ada dua cara belajar kepenulisan. Cara pertama adalah memberitahu bagaiman menulis yang baik dengan berbagai teori. Metode ini lazim dilakukan di sekolah dan lembaga pendidikan. Cara kedua adalah belajar dari keslahan sendiri atau orang lain sehingga terhindar dari keslahan yang sama. Metode ini diterapkan secara alamiah dalam kehidupan. Bagi penulis pemula buku ini sangat cocok sebagai referensi mutakhir untuk mendampingi setiap proses penciptaan karyanya. Agar tulisan lebih baik dan lebih bisa diterima di pasaran.
Salam Pena,
Monika Nabilah Meyriska

Tidak ada komentar:
Posting Komentar